Tim Ekspedisi Patriot Kuasai Integrated Mapping untuk Perencanaan Pembangunan Masyarakat Tepat Sasaran

Hari kedua CEO School Ekspedisi Patriot IPB University memfokuskan pembahasan pada integrated mapping sebagai strategi kunci dalam perencanaan pembangunan masyarakat. 

Hanya dengan waktu sekitar empat bulan, The Patriots harus mampu mengidentifikasi kebutuhan, potensi konflik, dan peluang sinergi sebelum program dijalankan. 

Tahap awal dilakukan melalui pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi langsung. Seluruh metode ini harus menyesuaikan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. 

Data yang terkumpul kemudian menjadi dasar untuk pemetaan sosial serta pemetaan pemangku kepentingan, yang berfungsi mendukung pengembangan desa, khususnya di wilayah transmigrasi.

Pendekatan terpadu ini dirancang untuk memastikan intervensi pembangunan didasarkan pada data akurat, pemahaman mendalam terhadap dinamika sosial, dan koordinasi lintas sektor yang solid.

Pendekatan partisipatif juga dipandang penting, agar masyarakat terlibat aktif dalam perencanaan, sekaligus meningkatkan akurasi data yang terkumpul.

Selanjutnya, sesi berlanjut pada integrasi teknologi pemetaan untuk penilaian lahan dan perencanaan wilayah. Teknologi seperti GPS, aplikasi Avenza Map, drone, dan citra satelit (Sentinel, Landsat) dibahas secara rinci, termasuk akurasi, kelebihan, dan keterbatasannya. 

Drone merupakan salah satu teknologi pemetaan yang dinilai unggul dalam memberikan detail hingga resolusi 3 cm. Sedangkan, citra satelit menawarkan cakupan luas untuk pemetaan makro. 

Peserta juga diperkenalkan pada perangkat lunak QGIS untuk mengolah data spasial, memproses format beragam, dan menggabungkannya menjadi peta tematik yang bermanfaat bagi pengambilan keputusan.

Namun, penerapan teknologi di lapangan tidak lepas dari tantangan. Mulai dari akses ke wilayah terpencil, kebutuhan vaksinasi bagi tim, perbedaan kecerdasan spasial antarindividu, hingga keterbatasan sinyal di lapangan. Oleh karena itu, pencatatan manual tetap direkomendasikan sebagai cadangan. 

Aspek sosial transmigrasi juga mendapat perhatian, termasuk integrasi budaya, perubahan penggunaan lahan, dan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat sebelum merumuskan solusi. 

Baca juga: CEO School, Komitmen IPB University dalam Meningkatkan Kapasitas Tim Ekspedisi Patriot

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat jejaring Tim Ekspedisi Patriot yang berasal dari beragam latar belakang keilmuan. 

Melalui kolaborasi lintas disiplin, mereka diharapkan mampu menggabungkan perspektif teknis, sosial, dan ekonomi dalam setiap rencana pembangunan, sehingga hasilnya lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Tri Budiarto dan Dr Wahyu Iskandar sebagai narasumber CEO School Ekspedisi Patriot juga menegaskan bahwa integrated mapping mampu menjadi jembatan yang menghubungkan data, manusia, dan visi pembangunan. 

Dengan demikian pembangunan dapat terwujud secara inklusif, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (*/wso/tbr)(aar)

Comments are closed

Latest Comments

No comments to show.