Pembinaan 80 Fasilitator Ketahanan Keluarga, Kolaborasi DPMA IPB dan Pemkab Bekasi

Sesi materi pembinaan kepada 80 Fasilitator Ketahanan Keluarga

DPMA IPB University bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi sukses menyelenggarakan pembinaan kepada 80 Fasilitator Ketahanan Keluarga, di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa rangkaian kegiatan, yaitu pembekalan materi, dan kunjungan lapang serta pembekalan secara praktikal.

Pembekalan Materi Komprehensif oleh Pakar

Sesi materi pembekalan komprehensif

Selama tiga hari, pada 29 hingga 31 Agustus, peserta mendapat materi komprehensif dari para pakar IPB University.

Hari pertama, dibuka dengan topik pengelolaan keuangan keluarga oleh Prof. Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, M.FSA., dilanjutkan materi tumbuh kembang baduta oleh Dr. Ir. Melly Latifah, M.Si., serta sesi tentang ketahanan keluarga oleh Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si.

Pada hari kedua, Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., membahas pola asuh Asah, Asih, Asuh, diikuti materi pencegahan stunting dari Risda Rizkillah, S.Si., M.Si., serta paparan Parental Investment oleh Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si.

Pada hari kedua, Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., membahas pola asuh Asah, Asih, Asuh, diikuti materi pencegahan stunting dari Risda Rizkillah, S.Si., M.Si., serta paparan Parental Investment oleh Dr. Ir. Istiqlaliyah Muflikhati, M.Si.

Kunjungan Lapang dan Microteaching (roleplay)

Hari terakhir, peserta diajak berkeliling ATP untuk melihat inovasi agromaritim, termasuk greenhouse dan kebun percobaan. Mereka juga mendapat inspirasi dari fasilitator Sekolah Keluarga Berkualitas 2025, Irmalia Noviani, S.P., M.Si.

Sesi praktikum pembinaan kepada 80 Fasilitator Ketahanan Keluarga
Sesi praktikum pembinaan kepada 80 Fasilitator Ketahanan Keluarga

Sebagai puncak, para peserta menjalani sesi micro-teaching untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Antusiasme terlihat jelas, terutama dalam sesi diskusi interaktif.

Program ini tidak hanya memberi bekal teori, tetapi juga keterampilan praktis agar fasilitator siap mendampingi masyarakat. Dengan ilmu yang diperoleh, mereka diharapkan menjadi agen perubahan dalam memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Bekasi, dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.(*/wso)(aar)

Comments are closed

Latest Comments

No comments to show.